Praktisi Olahraga di Bali Digenjot Terapkan Konsep MICE

Hari kedua pelatihan manajemen event yang dilaksanakan Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional  (PP-PON) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI berlangsung seru.

Dua narasumber yang dihadirkan yakni Fungsional Pelatih Pencak Silat Kemenpora RI Iskandar dan Pemilik Eiffel Event Organizer Shinta Halm mampu menyuguhkan materi yang memancing antusiasme peserta.

Coach Iskandar dalam paparannya mencontohkan pengemasan event Jakarta Pencak Silat Championship yang tahun ini memasuki tahun ke-12. Event tersebut setiap tahun selalu dinanti bahkan pesertanya tembus 2.500 atlet pencak silat di Tanah Air.

“Awalnya memang susah mendapatkan sponsor, bahkan event JKTC ini saya baru bisa memperoleh sponsor di tahun ke-7, tapi semakin tahun dengan dikemas lebih menarik dan terprogram sponsor dan peserta semakin banyak”, tuturnya.

Sementara itu narasumber lainnya Shinta Halm Ditemui RRI seusai memaparkan materi pelatihan Rabu, (4/9/2019) mengatakan  event keolahragaan di Pulau Dewata harus dikemas lebih menarik mengakomodir konsep MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition).

Bila konsep itu mampu diimplementasikan diyakini keluhan  praktisi olahraga tentang sulitnya mencari sponsor untuk mendukung event keolahragaan akan dapat diatasi.

“Untuk di Bali MICE itu sebenarnya sudah biasa dikenal. Namun di event keolahragaan belum banyak diterapkan, itu ibaratnya sebuah panduan. Ketika mengadakan event olahraga itu akan lebih bagus dipaketkan dengan tranning atau seminar serta unsur pariwisatanya juga harus dimasukkan sehingga lebih menarik”, ujarnya.

Wanita yang sudah malang melintang menjadi EO untuk acara Nasional maupun Internasional tersebut mengatakan kelemahan selama ini praktisi olahraga belum mampu menerapkan konsep MICE adalah kurangnya pemahaman terkait konsep tersebut. Selama ini yang cenderung memanfaatkan konsep MICE lebih banyak dunia bisnis.

“Pesan saya itu agar praktisi olahraga di sini lebih aktif, 
karena Bali wisatanya itu luar biasa, nilai jualnya itu tinggi. Sekarang bagaimana caranya Dinas Pariwisata, Dispora maupun KONI sehingga event olahraga di Bali berpadu dengan event tourism”, imbuhnya.

Ke depan diharapkan pasca mengikuti pelatihan Manajemen Event ini praktisi olahraga di Pulau Dewata mampu mengkoordinir event-event olahraga dengan menarik, dan berkesan, sehingga nantinya berdampak positif bagi dunia olahraga, maupun sektor pariwisata di Bali.

http://rri.co.id/denpasar/post/berita/716664/olahraga/praktisi_olahraga_di_bali_digenjot_terapkan_konsep_mice.html?fbclid=IwAR11eNPeyEvBcNFq0926azKfDNXu_aDCjAcLl1rOmf8t5go9vioSJOV_sNU